Dalam bahasa Banjar orang tua dari kakek-nenek atau kakek-buyut (great-grandfather), disebut “Datu”. Secara umum setiap orang memiliki 8 orang Datu, yaitu 4 Datu dari pihak ayah, dan 4 lainnya dari pihak ibu.
Dalam penulisan Silsilah ini, Penulis membagi menjadi 8 bagian dan memberi kode A-1, A-2, B-1, B-2 untuk Datu dari pihak ayah, dan kode C-1, C-2, D-1, D-2 untuk Datu dari pihak ibu.
I. DATU PIHAK AYAH
Kode
A-1: Syahbudin bin
Asni bin Lamun bin Nama berasal dari Pamukan Selatan (Gunung Jawa), Kotabaru,
Kalimantan Selatan.
Klik
Riwayat Datu Nama
Kode
A-2: Syahbudin bin
Asni bin Lamun anak Uma Lamun (istri Nama) juga berasal dari Pamukan Selatan
(Gunung Jawa), Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Klik
Riwayat Datu Uma Lamun (Istri Nama)
Kode
B-1: Syahbudin bin
Asni anak Kasri binti Abdul Karim alias Ning Laga berasal dari Kandangan, Hulu
Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Klik
Riwayat Datu Abdul Karim alias Ning Laga
Kode
B-2: Syahbudin bin
Asni anak Kasri alias Ning Kumpai anak Halimah alias Ning Gamat berasal dari
Lontar, Palau Laut Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Klik
Riwayat Datu Halimah alias Ning Gamat
II. DATU PIHAK IBU
Kode
C-1: Syahbudin anak
Kardium binti Asrani bin Cumalih bin Syahmin berasal dari Lontar, Palau Laut
Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Klik
Riwayat Datu Cumalih bin Syahmin
Kode
C-2: Syahbudin anak
Kardium binti Asrani anak Diang Titey berasal dari Lontar, Palau
Laut Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Klik
Riwayat Datu Diang Titey
Kode
D-1: Syahbudin anak
Kardium anak Arsiah bin Lanung berasal dari Kandangan, Hulu Sungai Selatan,
Kalimantan Selatan.
Klik
Riwayat Datu Ning Lanung
Kode
D-2: Syahbudin anak
Kardium anak Arsiah anak Rusibah alias Ning Su’dang binti Mat Arip alias Du'ing
berasal dari Kalimantan Tengah.
Klik
No comments:
Post a Comment