Nabi Saw bersabda: "Pelajarilah sesuatu dari nasab kalian yang dapat membantu untuk silaturrahim karena silaturrahim itu dapat membawa kecintaan dalam keluarga dan memperbanyak harta, serta dapat memperpanjang umur." (HR Tirmizi, 4/351) ## Silahkan "Update Data" jika nama pian belum tercantum dalam Silsilah atau jika ada kekeliruan penulisan ## Penulis memohon maaf jika ada kekeliruan penulisan biodata keluarga dan kerabat

Manfaat Mengetahui Nasab Silsilah Keturunan




Setiap manusia yang terlahir di dunia pasti memiliki ikatan dengan orang lain seperti orang tua, saudara, kakek, bibi, sepupu, dan seterusnya. Ikatan ini tersambung melalui jalur darah atau nasab.

Dalam perspektif fiqih, mengetahui nasab sangat diperlukan, mengingat beberapa bab fiqih berkaitan erat dengannya, seperti untuk mengetahui ahli waris dan saudara mahram.

Dalam salah satu hadits disebutkan:

 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اعْرِفُوا أَنْسَابَكُمْ تَصِلُوا أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّهُ لَا قُرْبَ لِرَحِمٍ إِذَا قُطِعَتْ وَإِنْ كَانَتْ قَرِيبَةً وَلَا بُعْدَ لَهَا إِذَا وُصِلَتْ وَإِنْ كَانَتْ بَعِيدَةً 

"Rasulullah Saw bersabda: Kenalilah nasab-nasabmu, maka tali persaudaraanmu akan terus bersambung. Sesungguhnya jika tali persaudaraan terputus, maka hubungan itu menjadi jauh meskipun sebetulnya dekat. Sebaliknya, tali persaudaraan itu menjadi dekat bilamana kamu terus menyambungnya sekalipun telah jauh hubungannya." (Mustadrak Hakim dan Sunan Baihaqi).

Arahan hadits ini sangat jelas bahwa mengetahui nasab merupakan upaya merajut tali-temali antar saudara agar rukun dan harmonis. Mengetahui nasab yang dikemukakan ini bukan dalam rangka untuk membanggakannya, akan tetapi lebih kepada menjaga jalinan silaturahim agar tidak terputus. Sebab, banyak persaudaraan terputus meskipun saudara dekat, dan banyak pula persaudaraan tersambung meskipun saudara jauh.

Hubungan nasab/genealogis, meskipun telah cukup jauh atau merenggang, akan bisa merekat kembali ketika jalinan silaturahim terus berlangsung. Dalam struktur silsilah Jawa, generasi pertama disebut anak, generasi kedua cucu, generasi ketiga buyut, generasi keempat canggah, generasi kelima wareng, generasi keenam udeg-udeg, dan semua itu bisa tetap terjaga, merekat bilamana rutin mengadakan pertemuan antar keluarga.

Ketika di antara mereka yang sesama generasi tersebut tidak terjalin silaturahim, tidak dikenalkan satu sama lain, maka putusnya tali persaudaraan di masa generasi setelahnya akan terbuka lebar. Inilah yang sangat dikuatirkan. Padahal Rasulullah sangat memperhatikan persoalan ini seperti dalam hadits berikut: 

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عِيسَى الثَّقَفِيِّ عَنْ يَزِيدَ مَوْلَى الْمُنْبَعِثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الْأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَمَعْنَى قَوْلِهِ مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ يَعْنِي بِهِ الزِّيَادَةَ فِي الْعُمُرِ 

"Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Mubarak dari Abdul Malik bin Isa Ats Tsaqafi dari Yazid Maula Al Munba'itsi dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: "Pelajarilah sesuatu dari nasab kalian yang dapat membantu untuk silaturrahim karena silaturrahim itu dapat membawa kecintaan dalam keluarga dan memperbanyak harta, serta dapat memperpanjang umur." (HR Tirmizi, 4/351).

Hadits ini menjadi dasar akan pentingnya mengetahui nasab dalam rangka untuk menjaga silaturahim. Bahkan beberapa tokoh mengadakan pertemuan keluarga sebulan sekali dan diselingi pengajian. Meskipun yang kerap dijumpai biasanya di ramu dalam bentuk acara halal bi halal.

Di samping dapat merajut silaturahim, mempelajari sesuatu dari nasab juga dapat memetakan jalur saudara dekat, jauh, terlebih saudara sepersusuan, saudara lain ibu, saudara kandung, dan bersemangat untuk saling berpesan kebaikan, serta tambah rezeki.

Secara ringkas, jika disimpulkan, maka mengetahui nasab memiliki manfaat sebagai berikut:
  1. Mempererat persaudaraan.
  2. Memperkenalkan generasi muda dengan yang tua.
  3. Menjalin persaudaraan antar sesama generasi.
  4. Mengingat kembali bahwa mereka semua berasal dari leluhur yang sama.
  5. Menyambung tali persaudaraan yang renggang atau bahkan putus.
  6. Menambahkan rezeki. 
Sumber:
https://www.arina.id


No comments:

Post a Comment